Senin, 29 September 2014

"BERSAMAMU"

"Memandang wajahmu cerah membuatku tersenyum senang..indah dunia.."
Ya. Memang , bersamamu membuat hidupku terasa senang . Kau ada disini , kau ada di hati , namun kini kau telah pergi . 
Memang masih beruntung , karena sampai saat ini kau masih jadi sahabatku disini , menemani segala suka duka . 
Namun , mengapa sulit sekali menghilangkan rasa sayang dariku untukmu ? Kenapa kau sulit untuk kulupakan padahal kau tidak terlalu lama singgah di hati ? Kenapa kau sangat sangat rendah hati dan baik denganku , masih ingin menemaniku , masih ingin jadi teman terbaik untukku ? 
--
Perih setiap aku mengingat semua tentang kita , terlintas semua penyesalanku sekarang tertanam dalam hati ku karena keputusanku yg terlalu jahat , kejam , menyakitkan bagimu namun dulu bahagia untukku . Betapa bodohnya dirikku melewatkanmu dulu hingga akhirnya tersimpan segala rasa kecewa , rasa ingin kembali pun masih membayangi hati ini . Seandainya kau tahu ini semua , kau pasti pergi dan tak ingin jadi teman terbaikku lagi ..

Kenapa kau begitu baik , kenapa kau sampai saat ini masih mau support aku , masih mau dengar segala isi hatiku , bahkan mendengar dan memberi advice ku dengan cowok lain , bukan dirimu . Seketika aku membayangkan bila ku ada jadi posisimu , aku tidak akan care , perasaanku sakit , namun kau bisa menutup itu semua . Iya , kaulah laki-laki tegar , kalau tidak tegar , kau terlalu mudah diremehkan sebagai seorang laki-laki , bisa dibilang begitu .

Kau memang bukan mantan pertama , namun mantan yg paling berkesan , karena itu aku yg memutuskan , aku yg menyesal , walau aku selalu diputuskan dan mungkin banyak yg masih punya kenangan baik , namun kau ? Kau lebih berharga , kau lebih baik dari mereka yang hanya datang kepadaku , saat pergi mereka tidak berterima kasih dengan orang tuaku . Mungkin , mereka tidak tau itu . Mungkin hanya kau yg tau .

Keputusanku terlalu cepat , keputusanku terlalu singkat . Aku ingin mengulang semuanya , aku ingin , namun apa daya , kau fokus di sekolahmu dan kau menyuruhku untuk fokus dulu sekolahku karena aku tinggal beberapa lagi saja menghadapi masa-masa perjuangan sekolah , tidak sepertimu yg masih 1 tahun lagi , karena dirimu sekolah di sekolah khusus yang bernama , seminari .

Kau berhati mulia , kau pantas berada di sekolah itu dan meneruskan itu , namun bagiku kau lebih pantas jika kau menjadi pendamping hidupku . Kau punya sifat kebapakan yang banyak orang tak tahu , namun aku tahu itu .
Banyak diluar sana mungkin yg mengharapkanmu , atau yang kau harapkan bukan aku , namun aku , disini , jujur , masih mengharapkanmu , aku salah satu (mungkin) yang masih bertahan menunggumu , mengharapkanmu , namun caraku hanya satu , menjadi sahabat cewek terbaikmu. Aku juga tak ingin merusak itu semua , namun apa tidak menutup kemungkinan kita jadi cinta ?
 --
Maafkan aku , aku melewatkanmu . Maafkan aku , aku jahat , aku mengusirmu dan menolakmu , padahal hati ini sayang denganmu , masih sangat sangat sayang . Aku berbohong padamu  , aku memilih yang salah , memutuskan apa yg benar .. 
Tega , memang aku tega , sesal , iya aku sesal . Saat kau memberiku tumpangan hati (sandaran hati) karena kecewa dengan sahabatmu , kau begitu setia dan tulus memberiku itu , dan aku bisa menumpahkan semuanya , sampai sekarang ini .

Kaulah yang terhebat , kau masih yang terhebat . Hatimu kuat , tulus dan sangat lembut . Aku senang sampai saat ini kau masih mau datang ke rumah , kakakmu dan keluargamu yg ramah menerimaku bahkan sama baiknya denganmu , tidak mencampuri urusanmu terutama soal cintamu . Malah mereka heran denganku dan kamu .
Aku bahagia , mama papa menyenangimu , dan kau ramah dengan mereka . Akrab sekali . Kita jalan dengan keluargaku , kau begitu lihai dengan mereka , seperti sering sekali dan sebelumnya pernah , padahal , denganku sajalah yang kau masih perlakukan begini , bahkan sekarang mungkin hanya ke anaknya saja . Ya , aku beruntung , namun lebih disayangkan statusku dengannya .

Apa masih bisa aku mengejar kesempatan , mendapatkanmu , dan mendekatimu lagi , mengulang itu semua , apa boleh berharap denganmu ? Apa boleh aku menginginkanmu lah yang menjadi spesial di hatiku ? Apa boleh berharap kau ada disetiap hidupku , seperti disaat sweet seventeenku , disaat wisudaku , disaat kelulusanku , disaat wisuda kuliahku , disaat aku besar nanti ? Apakah aku boleh memintamu jadi teman hidupku selamanya dan kita menjadi satu keluarga kudus yang harmonis ?...










Hanya Tuhan yang bisa menjawab semua , kalau memang dirimulah rencana terbaik dalam hidupku , aku benar benar perempuan beruntung dan tak kan kusia-siakan kau untuk kedua kalinya , akan ku jaga cintaku hanya untukmu dan aku akan berterimakasih pada-Nya kau masih bisa denganku selamanya ....